Labels

My Fan Page

Translate

Jurnalistika Febra Ariella On Sabtu, 05 Juli 2014

http://www.leadernetworks.com/wp-content/uploads/2013/12/failure.jpg

Hai guys, lama nggak nulis jadi kangen dan lupa gimana cara nulis yang baik. Apalagi sejak gua ambil suatu mata kuliah yang berteori bahwa “nulis itu nggak perlu panjang atau dipanjang-panjangin yang penting ngena di pembaca”, gua jadi mikir dua kali untuk nulis, karena biasanya gua gitu, ahaha. Well, karena ingin mengembalikan kebiasaan balik yang biasa gua lakukan dulu, jadi gua mulai lagi deh mulai hari ini.

 Hai Indonesia, cieee sebentar lagi mau ditinggal pak SBY dan punya pemimpin baru :’’’) semoga cepet move on ya dari segala masalahnya yang kelam dengan sosok pemimpin yang baru :)

Akhirnya, selesai juga ya masa kampanye yang entah kenapa gua ngerasa kok lama banget *apa ini perasaan gua doang ya, haha*. Setiap hari, diberbagai tempat, orang-orang mengeluh-eluhkan pemimpin yang mereka dambakan. It’s okay namanya juga kampanye ya kan :)

Well, entah kenapa  pemilu kali ini terasa sangat panas. Jangankan di sosmed atau TV, di rumah gua pun ikut-ikutan panas, haha. Walaupun konteks panasnya berbeda. 

Satu hal yang gua suka dari orang-orang yang udah menentukan pilihannya di awal atau at least tengah masa kampanye adalah mereka setia dengan pilihannya. Berbeda sama pemilih yang belum menentukan pilihannya atau pemilih yang masih galau siapa yang lebih baik jadi ganti-ganti pilihan setiap saat. Kalo gua liat sih pemilih seperti ini yang akhirnya menimbulkan peluang kampanye hitam dan kampanye negatif. Walaupun nggak sepenuhnya gitu sih, mungkin juga timbul karena sang pemilih yang udah cinta mati sama pilihannya mau dia menang dan akhirnya menunjukan kelemahan atau bahkan memberitakan ketidakbenaran calon lainnya.

Sedih nggak sih lo ngeliatnya? Kalo gua sih jujur sedih banget. Padahal lagi momentum piala dunia dan ramadhan, di mana biasanya rasa kekerabatan dan kekeluargaan sangat terjalin akrab :’’ eits malahan ada kampanye yang menjatuhkan. Sometimes gua berpikir, guys, apa yang sebenernya lo harapkan jika calon lawan lo terlihat hina? Berharap pemilih yang belum menentukan pilihan bisa melihatnya dan kemudian memilih calon yang lo banggakan atau bahkan berharap ada calon pemilih lawan yang kemudian beralih pilihan? Tapi kenapa harus menjatuhkan?

Mau calon A, calon B, ada aja berita buruknya. Mantau di sosmed, ada pula temen-temen gua (mahasiswa loh padahal) yang ikut andil menjelekan, ya itu hak lo sih tapi kan kesannya gimana ya. Katanya ingin memberitahukan hal-hal buruk untuk pencegahan tapi kenapa beritanya nggak disaring dulu, malah menimbulkan fitnah.

Guys, let me tell you what I’m thinking. Sadar nggak sih lo, Tuhan udah menentukan nasib Indonesia untuk 5 tahun ke depan, ada case A,B,C,D,E and so on. Tinggal memilih sebenernya jalan mana yang tergantung dari pemimpin yang terpilih nantinya. Pun, sebenarnya, gua percaya bahwa Tuhan udah menentukan siapa pemimpin kita 5 tahun kedepan (pemenang pemilu tahun ini). Jadi, mau sekeras apapun usaha lo, jika Tuhan tidak merestui, mustahil. 

Udahlah yuk, daripada melihat menjatuhkan calon atau melihat kejelekannya. Lebih baik lihat track recordnya, kebaikan yang ada pada dirinya yang sekiranya bisa membawa bangsa ini pada perubahan, literally perubahan bukan sekedar wacana untuk berubah. Karena ketika lo melihat seseorang dari ketidaksempurnaannya, lo nggak berhak untuk menyimpulkan bahwa orang lain lebih baik darinya. Lo cuma bisa bilang orang itu memiliki kekurangan yang tidak dimiliki oleh orang lain dan tidak berarti orang lain tersebut lebih baik darinya. Maaf sebelumnya, kalo dianalogikan seperti difabel, mereka memiliki kekurangan tapi bukan berarti orang yang normal lebih baik darinya kan? Hanya lebih beruntung, mungkin.

Jadi, yuk, hentikan memandang dari sisi negatif. Cobalah berbesar hati jika memang calon lawan memiliki track record yang lebih baik, tidak perlu melihatnya menjadi buruk karena sifat difensif kita terhadap sang calon pujaan. Kalo emang udah menentukan keputusan akhir akan milih siapa nanti, yaudah keep it by yourself. Kalo mau kampanye *sayangnya sekarang udah nggak boleh* ya cukup unggulkan kelebihan calon pilihan kamu nggak perlu menjatuhkan calon lawan.
Selamat menanti 9 Juli 2014, selamat menunggu unpublished pemimpin Indonesia yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Semoga, Indonesia masih direstui untuk mendapatkan pemimpin yang membawa negeri ini pada kebaikan :)  

Klik untuk sumber gambar.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments